Say Yuith: Heri Yusuf
By : UnknownSay Yuith: Heri Yusuf: Download Lagu Heri Yusuf Klik Link Download dibawah, setelah itu klik SKIP AD : Ikutlah Pulang (4.07 Mb.) Dan Mengapa ft Anika (4....
Cerita teka teki
By : Unknown
malam
itu Nia mendengar berita yang mengejutkan. salah seorang kakak
laki-lakinya, Ronald, meninggal dunia karena kecelakaan. mobil yang
dikendarainya bersama saudara kembarnya, Billy, menabrak pohon. Billy
hidup, namun Ronald tidak bisa diselamatkan nyawanya.
Pemakaman diselenggarakan pada keesokan harinya. semua keluarga yang menghadiri pemakaman itu nampak sangat sedih. terlebih Billy. sebagai sepasang saudara kembar, tentu mereka sangatlah dekat. Dari kejauhan, Nia melihat seorang laki-laki sedang mencoba menghibur Billy. Laki-laki itu, menurut Nia, sungguhlah tampan, tetapi dia tidak mengenal siapa lelaki itu. Ia hanya bisa mengasumsikan bahwa laki-laki itu adalah sahabat baik Billy dan Ronald. Ketika pemakaman selesai, Nia mencari-cari lelaki itu, ingin berkenalan. tetapi ternyata lelaki itu sudah hilang, barangkali pulang. Agak menyesal karena tidak sempat berkenalan dengan cowok ganteng, Nia akhirnya mengkuti keluarganya ke mobil.
seminggu kemudian, Billy meninggal dunia karena keracunan makananJawaban : Sebenarnya ini tes psikopat, cuma dirubah aja pemerannya (beneran ada lho test kayak gini)
Aku berada di sebuah stasiun, duduk di bangku dan menunggu kedatangan kereta. Tak lama kemudian, seorang wanita yang sedang menggendong bayi di dadanya duduk di sebelahku. Aku melihat ke wajah bayi yang manis itu . Wanita itu menyadari aku melihat bayinya dan tersenyum kepadaku.
"Bayi anda imut sekali," kataku
Dia tertawa dan menjawab "Ini bukan bayi, tapi tas"
Dia memutar bayi itu, melepas pakaian pada bayi itu dan menunjukkan res sletting di perut bayi itu. Aku sadar bahwa mata bayi itu terlihat seperti terbuat dari kaca.
"Wow" kataku, " Itu tampak sangat realistis!"
"Ya, aku tahu itu," dia menjawab dengan seyuman." Membutuhkan kerja keras untuk membuat ini. Ini juga menyita banyak waktu. Tapi itu tidak apa-apa bagiku, karena aku benci untuk membuang benda sia-sia. aku suka daur ulang"
Kemudian kereta berhenti. Dia pun berdiri dan menaiki kereta tersebut. Aku sangat ingin menaiki kereta yang sama dengannya, tapi itu bukan kereta ke tempat yang kutuju. Lalu aku duduk kaku dan melihat kereta pergi menjauh.
JAwaban :
Wanita itu benci membuang benda yang nggak berguna, dan lebih suka daur ulang.
Bayi itu sebenarnya bayi manusia asli, dan dijadiin tas sama si wanita itu.
Mungkin hasil aborsi? wkwkwkwk
namaku mark, aku seorang pekerja kantoran. belum lama ini aku pindah kesebuah apartemen. tempat ini hanya memiliki enam lantai, sepuluh kamar setiap lantai. uniknya, nomor kamar selalu diawali dengan angka yang menunjukan lantai kamar. beberapa hari ini, aku tidak dapat tidur nyenyak. selalu dengan alasan yang sama, suara bising laki laki dan perempuan dari kamar tepat diatas kamarku. dari suara bising mereka, aku tahu kalau mereka bertengkar, meskipun aku tidak tahu apa yang mereka ocehkan. suara si pria selalu lantang dan membentak. sementara suara si wanita melengking seakan tidak mau kalah.
sudah 3 hari berturut-turut mereka begitu terus termasuk hari ini. hingga akhirnya kuputuskan mengambil sapu dan membenturkan ujung gagangnya ke langit-langit kamarku sembari berteriak, "jangan berisik!, tidak semua orang mau mendengar ocehan kalian!, beberapa orang harus bangun pagi-pagi sekali!". tidak berapa lama, akhirnya mereka diam. kukira mereka tidak akan mengulangi ini lagi. tapi aku salah, esoknya mereka kembali ribut. malah lebih keras dari sebelumnya. dengan kesal, kuulangi lagi hal yang sama dengan kemarin. anehnya, suara mereka langsung hilang, tidak seperti kemarin. akhirnya kuputuskan tidur. ketika aku baru terbaring, terdengar suara pistol 3 kali dari atas, kemudian terdengar suara laki-laki itu berteriak dari kamarnya. "jangan pernah menyuruhku diam, atau aku juga akan menembakmu seperti istriku!".
tidak memakan waktu lama, aku langsung mengambil ponselku dan menelpon penjaga apartemen. aku menjelaskan semuanya dengan panik. Betapa kecewanya aku, ketika sang induk semang hanya menjawab, " anda dari kamar 605?, tidurlah pak, anda hanya mimpi buruk". jawaban :
Mark tinggal di apartemen berlantai 6.
Mark tidur di kamar 605, berarti di kamar nomor 5, lantai 6.
Nah lho, katanya dia denger suara dari lantai atas, padahal apartemen itu kan cuma 6 lantai, dan dia di lantai teratas.
Siapakah pasangan suami istri itu?
Pagi ini hari yang sangat cerah. Burung-burung bernyanyi saling bersahutan. Aku sangat menikmati sinar mentari yang menerpa wajahku karena disini matahari sangat jarang terlihat. Aku duduk di ruang tamu yang menghadap jendela apartemen. Kuraih pancake hangat yang baru saja kumasak sebagai sarapan pagi. Tatkala itu kulihat Mrs. Brown melambaikan tangan ke arahku. Ah, senangnya hati ini melihat dia dengan riang gembira beraktivitas sehari-hari. Padahal beberapa hari ini anaknya mengatakan kalau dirinya sedang sakit keras. Tapi ya sudahlah, barangkali sakit yang dideritanya sudah hilang.
Hari menjelang siang dan ini sudah waktunya untuk pergi ke kantor. Aku bersiap-siap untuk turun menuruni lift apartemen menuju tempat pemberhentian bus. Tatkala itu aku mendapat kejutan informasi bahwasanya Mrs. Brown yang periang itu telah meninggal. Sontak aku berpikir, bukankah tadi Mrs Brown baru saja kulihat?! Lantas tadi yang menyapaku siapa?!.
jawaban :
Sekilas, cerita ini cuma kayak cerita horor biasa
Tapi ternyata ada rahasia lagi di dalamnya 
"Aku bersiap-siap untuk turun menuruni lift apartemen menuju tempat
pemberhentian bus." <<<< Berarti si "Aku" tinggal di lantai
atas donk 
Tapi pas si "Aku" lagi duduk di ruang tamu sambil ngeliat jendela, dia ngelihat Mrs.Brown lambai in tangan ke arah dia 
Harusnya dari situ dia udah bisa ngerasain kejanggalan, mana ada
orang yang bisa melayang di depan jendela apartemen, dengan ketinggian
seperti itu? 
Salt Lake, merupakan tempat yang menawarkan keindahan alam yang sangat menakjubkan. Ini ditandai dengan banyaknya pengunjung yang datang silih berganti untuk menikmati keindahannya. Disamping itu, tempat ini menawarkan lokasi perburuan di zona area khusus. Aku dan pacarku mampir untuk ikut memeriahkan musim berburu. Kami berkenalan dengan Sherif penjaga hutan. Mr. Brown namanya beserta asistennya. Mereka cukup profesional di bidangnya. Akhirnya perburuan pun dimulai. Aku dan pacarku sungguh sangat menikmati perburuan ini tapi sayangnya kami jadi lupa waktu hingga kemalaman. Untunglah kami bertemu Mr.Brown dan asistennya. Kami diijinkan menginap sehari di rumahnya.
Rumah Mr.Brown cukup besar untuk profesi sekelas Sherif hutan. Akhirnya kami tahu bahwa dia mewarisi sejumlah kekayaan dari orangtuanya sehingga dia bisa memiliki rumah sebesar itu. "Tidak heran!" gumamku. Dia juga rupanya hobi berburu. Hal ini bisa dilihat dari koleksi-koleksi kepala binatang yang nangkring di dinding. "Saya sudah berkeliling dunia berburu segala jenis binatang buruan" katanya. Suatu ketika pacar ku melihat ada 1 space dinding yang dibiarkan kosong. "Mr.Brown, kenapa yang ini diberi plat tapi tidak ada kepala buruannya?!" tanya pacarku. "Oh, ini adalah space spesial yang aku siapkan untuk perburuanku malam ini. Kebetulan malam ini ada sepasang buruan yang tersesat di hutan! Lumayan untuk menambah koleksi!" pintanya. "Oh, wah kami bisa ikut kan?!" tanya pacarku antusias dengan mata berbinar. "Tentu saja, bahkan sekarang pun aku sudah melihatnya!!"
Jawaban :
Gila banget si Mr.Brown, masa mau koleksi kepala manusia? 
Lebih gilanya lagi, kepala manusia yang mau dikoleksi itu adalah kepala si "Aku" dan pacarnya!
Hari ini suasana kota sedang ramai, tidak seperti biasanya. Menurutku, ini kejadian yang sangat luar biasa. Orang-orang berkumpul di suatu tempat. Hey, bukankah itu Fred, George dan Ginny?! kenapa mereka tidak ke sekolah. Aku rasa ini sekarang bukannya jam pulang. Ada juga Mr dan Mrs.Brown. Mereka tampaknya sibuk untuk menelepon seseorang. Entahlah, aku pun juga tidak peduli. Sekonyong-konyong Ambulan dan mobil Polisi pun tiba. Benar kan, ini pasti ada acara khusus. Sayup-sayup kudengar rintihan tangisan dari kerumunan itu. Suaranya terdengar cukup familiar bagiku. Hal ini tentu saja cukup menggelitik rasa ingin tahuku, ada apa sih sebenarnya. Lalu akupun mendekati kerumunan itu. Aku langsung terjerembab ke belakang melihat kondisi sebenarnya. Aku tidak ingin mempercayai apa yang baru saja kulihat. Aku melihat sesosok tubuh berdarah dengan wajah hancur tak bersisa. Dia mungkin jatuh dari ketinggian apartemen di sebelahnya. Tapi kenapa pacarku dan ibuku menangis meraung-raung disekitar tubuh itu?! dan kenapa setiap orang seakan tidak menyadari aku ada disamping mereka?! ini merupakan hari yang paling membingungkan dalam hidupku!!
Jawaban :
Udah jelas banget nih, si "Aku" adalah mayat dengan wajah hancur itu, tapi arwahnya belum sadar kalau dia udah mati 
Sepertinya bunuh diri / kecelakaan.
Mr.Brown adalah seorang dokter di RS St.Victoria. Dia bekerja di divisi UGD yang menangani pasien-pasien yang membutuhkan pertolongan secepatnya. Hari ini adalah hari Natal dan dia berencana untuk merayakan dengan pacarnya. Sayangnya, sang pacar sudah merencanakan jauh hari untuk merayakan hari Natal dengan keluarganya. Dan yang lebih apesnya lagi, malam ini mendapat shift jaga. Rumah sakit tempat dia bekerja merupakan rumah sakit yang sering menjadi rujukan apabila ada kasus yang mendesak. Malam ini sudah tidak terhitung berapa banyak operasi gawat darurat yang dilakukannya. Ini membuatnya cukup capek dan agak tidak konsentrasi.
Pagi ini sudah selesai dia melakukan jaga shift, sekalian melakukan check up rutin terhadap beberapa pasien yang ditanganinya. Ketika sampai di apartemen dia mngecek beberapa peralatan pribadinya. "Hey, dimana salah satu gunting bedahku?" gumamnya. Kalau tidak salah aku menggunakan benda itu untuk mengoperasi beberapa pasien tadi malam. "Hah, hari ini merupakan hari yang suram!!" dan dia tidak mengingat barang yang hilang itu lagi. Tanggal 31 Desember, Mr.Brown berlibur ke Alaska. Dia sudah mengajukan cuti beberapa tahun sebelumnya dan dikabulkan oleh Direktur RS. "Hari ini merupakan hari pergantian tahun. Aku tidak mau mengurusi segala tetek bengek urusan RS untuk sementara. Kalau perlu, aku akan menonaktifkan seluruh telepon selular yang kumiliki" gumamnya. Tok..tok..tok.. suara pintu hotel tempatnya menginap diketuk seseorang. "ah ini pasti Roomboy yang membawakan makanan pesananku" katanya. Perkiraannya meleset, bukannya makanan yang dibawa tapi sekotak kecil dihiasi dengan pita berwarna ungu. Sembari mengucapkan terima kasih, Mr.Brown pun menutup kembali pintu hotel tempat dia menginap. Dia berasumsi ini kado pasti diberikan oleh pacarnya karena merasa tidak enak hati. Dengan semangat dibukanya kado tersebut dan "VOILA", isinya adalah benda yang beberapa hari yang lalu sempat hilang. Dia pun bingung, siapa yang mengirimkannya, padahal dia hanya memberitahu akan cuti sementara dan tidak ada info kemana dia akan berlibur. Peristiwa ini sampai sekarang selalu mengusik pikirannya. Beberapa orang di RS dan kenalannya tidak ada yang merasa mengirim sesuatu pada tanggal tersebut. Lantas siapa?! Jawaban :
Masih agak bingung sama yang ini
aku berjalan menuju sebuah bangunan tua di kota kelahiran ku
tempat itu lah yang terakhir ku kunjungi bersama mantan pacarku 3 tahun lalu sebelum kepindahan ku
tidak banyak yang berubah dari bangunan ini tetep kokoh
Dari kejauhan dapat kulihat beberapa penjaga tampak berkeliling.
sempat terpikir oleh ku untuk membatalkan niat ku memasuki bangunan itu.
dengan nekat aku memutukan untuk menyelinap kedalam nya, dan berhasil
gedung ini dulu nya memang bebas untuk dimasuki, namun tepat setelah kepindahakan ku tempat itu ditutup karena sebuah insiden.
---
setelah puas menjelajahi setaiap sudut ruangan yang ada di gedung itu,
aku memutuskan untuk keluar sebelum ada penjaga yang memergokiku.
namun saat akan keluar, aku merasa ada seorang penjaga yang memperhatikan ku dari kejauhan,
aku memutuskan untuk mempercepat langkahku untuk segera keluar dari dalam gedung.
aku merasa lega saat kulihat dia memalingkan muka seakan tidak peduli dengan diriku , lega rasanya aku bisa bernostalgia dengan masa laluku Jawaban :
Umur adik perempuanku 12 tahun sekarang. Kemarin pagi, saat kedua orang tuaku pergi aku menyuruhnya menjemur pakaian yg telah kucuci. Semua pakaian sudah kucuci malam sebelumnya, kecuali baju2 lengan panjang. Sehabis menjemur, ia langsung pamit untuk bermain di rumah teman. Sorenya aku pergi ke pengajian, tapi celakanya tidak ada satupun baju yang cocok di lemariku. Aku teringat pada baju yg dijemur adikku. Dengan segera aku mengambil dan menyetrikanya, lalu memakainya. Setelah mengancing lengannya aku pergi. Pintu rumah kukunci dan kuncinya ku titipkan pada tetangga. Lalu aku meng sms orangtua dan adikku soal kepergianku dan letak kunci rumah. Dan kemudian aku berangkat ke pengajian.
jawaban :
Pemakaman diselenggarakan pada keesokan harinya. semua keluarga yang menghadiri pemakaman itu nampak sangat sedih. terlebih Billy. sebagai sepasang saudara kembar, tentu mereka sangatlah dekat. Dari kejauhan, Nia melihat seorang laki-laki sedang mencoba menghibur Billy. Laki-laki itu, menurut Nia, sungguhlah tampan, tetapi dia tidak mengenal siapa lelaki itu. Ia hanya bisa mengasumsikan bahwa laki-laki itu adalah sahabat baik Billy dan Ronald. Ketika pemakaman selesai, Nia mencari-cari lelaki itu, ingin berkenalan. tetapi ternyata lelaki itu sudah hilang, barangkali pulang. Agak menyesal karena tidak sempat berkenalan dengan cowok ganteng, Nia akhirnya mengkuti keluarganya ke mobil.
seminggu kemudian, Billy meninggal dunia karena keracunan makananJawaban : Sebenarnya ini tes psikopat, cuma dirubah aja pemerannya (beneran ada lho test kayak gini)
- Nia asumsiin kalau cowok ganteng itu temennya si Ronald & Billy.
- Nia naksir sama tuh cowok, pengen kenalan tapi nggak ketemu.
- Nia racunin si Billy, dengan harapan supaya cowok itu bisa datang lagi ke pemakaman si Billy (soalnya Nia berasumsi kalau cowok itu temennya Ronald & Billy)
Aku berada di sebuah stasiun, duduk di bangku dan menunggu kedatangan kereta. Tak lama kemudian, seorang wanita yang sedang menggendong bayi di dadanya duduk di sebelahku. Aku melihat ke wajah bayi yang manis itu . Wanita itu menyadari aku melihat bayinya dan tersenyum kepadaku.
"Bayi anda imut sekali," kataku
Dia tertawa dan menjawab "Ini bukan bayi, tapi tas"
Dia memutar bayi itu, melepas pakaian pada bayi itu dan menunjukkan res sletting di perut bayi itu. Aku sadar bahwa mata bayi itu terlihat seperti terbuat dari kaca.
"Wow" kataku, " Itu tampak sangat realistis!"
"Ya, aku tahu itu," dia menjawab dengan seyuman." Membutuhkan kerja keras untuk membuat ini. Ini juga menyita banyak waktu. Tapi itu tidak apa-apa bagiku, karena aku benci untuk membuang benda sia-sia. aku suka daur ulang"
Kemudian kereta berhenti. Dia pun berdiri dan menaiki kereta tersebut. Aku sangat ingin menaiki kereta yang sama dengannya, tapi itu bukan kereta ke tempat yang kutuju. Lalu aku duduk kaku dan melihat kereta pergi menjauh.
JAwaban :
namaku mark, aku seorang pekerja kantoran. belum lama ini aku pindah kesebuah apartemen. tempat ini hanya memiliki enam lantai, sepuluh kamar setiap lantai. uniknya, nomor kamar selalu diawali dengan angka yang menunjukan lantai kamar. beberapa hari ini, aku tidak dapat tidur nyenyak. selalu dengan alasan yang sama, suara bising laki laki dan perempuan dari kamar tepat diatas kamarku. dari suara bising mereka, aku tahu kalau mereka bertengkar, meskipun aku tidak tahu apa yang mereka ocehkan. suara si pria selalu lantang dan membentak. sementara suara si wanita melengking seakan tidak mau kalah.
sudah 3 hari berturut-turut mereka begitu terus termasuk hari ini. hingga akhirnya kuputuskan mengambil sapu dan membenturkan ujung gagangnya ke langit-langit kamarku sembari berteriak, "jangan berisik!, tidak semua orang mau mendengar ocehan kalian!, beberapa orang harus bangun pagi-pagi sekali!". tidak berapa lama, akhirnya mereka diam. kukira mereka tidak akan mengulangi ini lagi. tapi aku salah, esoknya mereka kembali ribut. malah lebih keras dari sebelumnya. dengan kesal, kuulangi lagi hal yang sama dengan kemarin. anehnya, suara mereka langsung hilang, tidak seperti kemarin. akhirnya kuputuskan tidur. ketika aku baru terbaring, terdengar suara pistol 3 kali dari atas, kemudian terdengar suara laki-laki itu berteriak dari kamarnya. "jangan pernah menyuruhku diam, atau aku juga akan menembakmu seperti istriku!".
tidak memakan waktu lama, aku langsung mengambil ponselku dan menelpon penjaga apartemen. aku menjelaskan semuanya dengan panik. Betapa kecewanya aku, ketika sang induk semang hanya menjawab, " anda dari kamar 605?, tidurlah pak, anda hanya mimpi buruk". jawaban :
Pagi ini hari yang sangat cerah. Burung-burung bernyanyi saling bersahutan. Aku sangat menikmati sinar mentari yang menerpa wajahku karena disini matahari sangat jarang terlihat. Aku duduk di ruang tamu yang menghadap jendela apartemen. Kuraih pancake hangat yang baru saja kumasak sebagai sarapan pagi. Tatkala itu kulihat Mrs. Brown melambaikan tangan ke arahku. Ah, senangnya hati ini melihat dia dengan riang gembira beraktivitas sehari-hari. Padahal beberapa hari ini anaknya mengatakan kalau dirinya sedang sakit keras. Tapi ya sudahlah, barangkali sakit yang dideritanya sudah hilang.
Hari menjelang siang dan ini sudah waktunya untuk pergi ke kantor. Aku bersiap-siap untuk turun menuruni lift apartemen menuju tempat pemberhentian bus. Tatkala itu aku mendapat kejutan informasi bahwasanya Mrs. Brown yang periang itu telah meninggal. Sontak aku berpikir, bukankah tadi Mrs Brown baru saja kulihat?! Lantas tadi yang menyapaku siapa?!.
jawaban :
Salt Lake, merupakan tempat yang menawarkan keindahan alam yang sangat menakjubkan. Ini ditandai dengan banyaknya pengunjung yang datang silih berganti untuk menikmati keindahannya. Disamping itu, tempat ini menawarkan lokasi perburuan di zona area khusus. Aku dan pacarku mampir untuk ikut memeriahkan musim berburu. Kami berkenalan dengan Sherif penjaga hutan. Mr. Brown namanya beserta asistennya. Mereka cukup profesional di bidangnya. Akhirnya perburuan pun dimulai. Aku dan pacarku sungguh sangat menikmati perburuan ini tapi sayangnya kami jadi lupa waktu hingga kemalaman. Untunglah kami bertemu Mr.Brown dan asistennya. Kami diijinkan menginap sehari di rumahnya.
Rumah Mr.Brown cukup besar untuk profesi sekelas Sherif hutan. Akhirnya kami tahu bahwa dia mewarisi sejumlah kekayaan dari orangtuanya sehingga dia bisa memiliki rumah sebesar itu. "Tidak heran!" gumamku. Dia juga rupanya hobi berburu. Hal ini bisa dilihat dari koleksi-koleksi kepala binatang yang nangkring di dinding. "Saya sudah berkeliling dunia berburu segala jenis binatang buruan" katanya. Suatu ketika pacar ku melihat ada 1 space dinding yang dibiarkan kosong. "Mr.Brown, kenapa yang ini diberi plat tapi tidak ada kepala buruannya?!" tanya pacarku. "Oh, ini adalah space spesial yang aku siapkan untuk perburuanku malam ini. Kebetulan malam ini ada sepasang buruan yang tersesat di hutan! Lumayan untuk menambah koleksi!" pintanya. "Oh, wah kami bisa ikut kan?!" tanya pacarku antusias dengan mata berbinar. "Tentu saja, bahkan sekarang pun aku sudah melihatnya!!"
Jawaban :
Hari ini suasana kota sedang ramai, tidak seperti biasanya. Menurutku, ini kejadian yang sangat luar biasa. Orang-orang berkumpul di suatu tempat. Hey, bukankah itu Fred, George dan Ginny?! kenapa mereka tidak ke sekolah. Aku rasa ini sekarang bukannya jam pulang. Ada juga Mr dan Mrs.Brown. Mereka tampaknya sibuk untuk menelepon seseorang. Entahlah, aku pun juga tidak peduli. Sekonyong-konyong Ambulan dan mobil Polisi pun tiba. Benar kan, ini pasti ada acara khusus. Sayup-sayup kudengar rintihan tangisan dari kerumunan itu. Suaranya terdengar cukup familiar bagiku. Hal ini tentu saja cukup menggelitik rasa ingin tahuku, ada apa sih sebenarnya. Lalu akupun mendekati kerumunan itu. Aku langsung terjerembab ke belakang melihat kondisi sebenarnya. Aku tidak ingin mempercayai apa yang baru saja kulihat. Aku melihat sesosok tubuh berdarah dengan wajah hancur tak bersisa. Dia mungkin jatuh dari ketinggian apartemen di sebelahnya. Tapi kenapa pacarku dan ibuku menangis meraung-raung disekitar tubuh itu?! dan kenapa setiap orang seakan tidak menyadari aku ada disamping mereka?! ini merupakan hari yang paling membingungkan dalam hidupku!!
Jawaban :
Mr.Brown adalah seorang dokter di RS St.Victoria. Dia bekerja di divisi UGD yang menangani pasien-pasien yang membutuhkan pertolongan secepatnya. Hari ini adalah hari Natal dan dia berencana untuk merayakan dengan pacarnya. Sayangnya, sang pacar sudah merencanakan jauh hari untuk merayakan hari Natal dengan keluarganya. Dan yang lebih apesnya lagi, malam ini mendapat shift jaga. Rumah sakit tempat dia bekerja merupakan rumah sakit yang sering menjadi rujukan apabila ada kasus yang mendesak. Malam ini sudah tidak terhitung berapa banyak operasi gawat darurat yang dilakukannya. Ini membuatnya cukup capek dan agak tidak konsentrasi.
Pagi ini sudah selesai dia melakukan jaga shift, sekalian melakukan check up rutin terhadap beberapa pasien yang ditanganinya. Ketika sampai di apartemen dia mngecek beberapa peralatan pribadinya. "Hey, dimana salah satu gunting bedahku?" gumamnya. Kalau tidak salah aku menggunakan benda itu untuk mengoperasi beberapa pasien tadi malam. "Hah, hari ini merupakan hari yang suram!!" dan dia tidak mengingat barang yang hilang itu lagi. Tanggal 31 Desember, Mr.Brown berlibur ke Alaska. Dia sudah mengajukan cuti beberapa tahun sebelumnya dan dikabulkan oleh Direktur RS. "Hari ini merupakan hari pergantian tahun. Aku tidak mau mengurusi segala tetek bengek urusan RS untuk sementara. Kalau perlu, aku akan menonaktifkan seluruh telepon selular yang kumiliki" gumamnya. Tok..tok..tok.. suara pintu hotel tempatnya menginap diketuk seseorang. "ah ini pasti Roomboy yang membawakan makanan pesananku" katanya. Perkiraannya meleset, bukannya makanan yang dibawa tapi sekotak kecil dihiasi dengan pita berwarna ungu. Sembari mengucapkan terima kasih, Mr.Brown pun menutup kembali pintu hotel tempat dia menginap. Dia berasumsi ini kado pasti diberikan oleh pacarnya karena merasa tidak enak hati. Dengan semangat dibukanya kado tersebut dan "VOILA", isinya adalah benda yang beberapa hari yang lalu sempat hilang. Dia pun bingung, siapa yang mengirimkannya, padahal dia hanya memberitahu akan cuti sementara dan tidak ada info kemana dia akan berlibur. Peristiwa ini sampai sekarang selalu mengusik pikirannya. Beberapa orang di RS dan kenalannya tidak ada yang merasa mengirim sesuatu pada tanggal tersebut. Lantas siapa?! Jawaban :
Masih agak bingung sama yang ini
- Si Mr.Brown kecapekan gara-gara banyak operasi di malam Natal itu.
- Gara-gara kecapean, gunting bedah nya ketinggalan di dalam salah satu pasien yang dioperasi sama si Mr.Brown.
- Asumsi gw, pasien yang jadi korban malpraktek Mr.Brown itu
meninggal, trus arwahnya ngembaliin gunting bedah punya Mr.Brown itu
(dendam arwah karena malpraktek)
*yang ini asumsi absurd doank*
aku berjalan menuju sebuah bangunan tua di kota kelahiran ku
tempat itu lah yang terakhir ku kunjungi bersama mantan pacarku 3 tahun lalu sebelum kepindahan ku
tidak banyak yang berubah dari bangunan ini tetep kokoh
Dari kejauhan dapat kulihat beberapa penjaga tampak berkeliling.
sempat terpikir oleh ku untuk membatalkan niat ku memasuki bangunan itu.
dengan nekat aku memutukan untuk menyelinap kedalam nya, dan berhasil
gedung ini dulu nya memang bebas untuk dimasuki, namun tepat setelah kepindahakan ku tempat itu ditutup karena sebuah insiden.
---
setelah puas menjelajahi setaiap sudut ruangan yang ada di gedung itu,
aku memutuskan untuk keluar sebelum ada penjaga yang memergokiku.
namun saat akan keluar, aku merasa ada seorang penjaga yang memperhatikan ku dari kejauhan,
aku memutuskan untuk mempercepat langkahku untuk segera keluar dari dalam gedung.
aku merasa lega saat kulihat dia memalingkan muka seakan tidak peduli dengan diriku , lega rasanya aku bisa bernostalgia dengan masa laluku Jawaban :
- Si "Aku" adalah arwah, dengan kata lain udah mati
- "....namun tepat setelah kepindahakan ku tempat itu ditutup karena sebuah insiden." <<< [setelah kepindahanku] di sini mungkin berarti kalau si "Aku" sudah pindah ke alam lain / Keluarga si "Aku" pindah ke kota lain karena insiden ini.
- Insiden yang dimaksud itu mungkin si "Aku" dibunuh sama mantan pacarnya di bangunan tua itu.
Umur adik perempuanku 12 tahun sekarang. Kemarin pagi, saat kedua orang tuaku pergi aku menyuruhnya menjemur pakaian yg telah kucuci. Semua pakaian sudah kucuci malam sebelumnya, kecuali baju2 lengan panjang. Sehabis menjemur, ia langsung pamit untuk bermain di rumah teman. Sorenya aku pergi ke pengajian, tapi celakanya tidak ada satupun baju yang cocok di lemariku. Aku teringat pada baju yg dijemur adikku. Dengan segera aku mengambil dan menyetrikanya, lalu memakainya. Setelah mengancing lengannya aku pergi. Pintu rumah kukunci dan kuncinya ku titipkan pada tetangga. Lalu aku meng sms orangtua dan adikku soal kepergianku dan letak kunci rumah. Dan kemudian aku berangkat ke pengajian.
jawaban :
- Semua pakaian udah dicuci sama si "Aku", kecuali baju-baju lengan panjang.
- "Dengan segera aku mengambil dan menyetrikanya, lalu memakainya.
Setelah mengancing lengannya aku pergi." <<< Lho? Koq ada
mengancing lengan? Berarti lengan panjang donk?
- Siapa tuh yang nyuci baju lengan panjang itu?
- Versi alternatifnya, baju siapakah yang dipakai?
Jawaban Cerita Menyeramkan Bagian 2
By : Unknown- Part 1
- Kata si peramal, Kakak laki-lakinya itu nggak gila, dan bertanggung jawab atas kematian satu orang. Kakaknya cuma bertanggung jawab atas kematian dirinya sendiri, karena ngelindungin sang adik dari hukum
- Lily lah yang sebenarnya bunuh kedua orang-tuanya
- Lily kena amnesia karena shock/mungkin gila. (waktu ngebunuh orang-tuanya itu)
- Part 2
- Si pengemis punya kekuatan bisa mengetahui sesuatu yang terakhir kali dimakan oleh seseorang
- "Kemudian seorang karyawan berbaju rapi melintas didepannya, dan pengemis itu mengatakan “Manusia.”" <<< berarti?
- Part 3
- Part 4
- Si Ibu tau kalau anaknya pernah membunuh orang.
- Si ibu lah yang selalu membersihkan mayat yang dibuang anaknya ke dalam sumur. (mungkin buat lindungin si anak)
- Mayat terakhir adalah mayat si Ibu, makanya nggak ada yang bisa bersihin mayatnya lagi....
- Versi lain, si Ibu adalah seorang kanibal yang makanin mayat-mayat yang dibuang anaknya ke dalam sumur.
- Part 5
Jawaban Cerita Menyeramkan bagian 1
By : Unknown- Part 1
Ini analisanya menurut gw:
- Si "Aku" itu sebenarnya juga terlibat sama ajaran agama aneh itu.
- "Saya mengira bahwa itu adalah daging manusia" <<< ini mungkin nunjukin kalau si "Aku" itu pengennya makan daging manusia, bukan daging yang lain.
- Jadi mungkin Ajaran agama aneh itu ada unsur kanibalism nya.
- Part 2
Yang nggak aman itu sebenarnya si suaminya itu sendiri
- Si istri bawa-bawa pisau, dan nggak diceritain kalau dia lagi masak.
- "Ketika aku mendengar bel pintu, kupikir itu adalah kamu" <<< berarti si istri udah nunggu kepulangan sang suami
- Si istri memang berniat bunuh suaminya dari awal.
- "Aku menyalakan lampu di kamarku" <<< ini sebelum mandi
- "Aku menyalakan lampu kamarku" <<< setelah mandi
- Berarti ada yang sempat matiin lampu di kamarnya.
- Si "kucing" dalam cerita ini bisa jadi perampok/pembunuh/lebih horor lagi,hantu, yang nyalain lampu kamarnya itu
- Si "Aku" sebenarnya yang rekam video itu.
- Si "Aku" kirim video hasil rekaman pacarnya bunuh diri itu pakai email pacarnya, dikirim ke email si "Aku" sendiri.
- Si "Aku" nggak mau hadir ke upacara pemakamannya karena alasan tertentu <<< alasan itu karena si "Aku" yang rekam video bunuh diri si pacar tersebut.
- Atau versi lainnya yang lebih horror, si pacar udah jadi hantu & ngirimin video itu ke email "Aku".
- Penjara yang dimaksud itu bukan bui/sel, tapi Rumah Sakit Jiwa.
- Ayah, Ibu, Kakak Perempuan & Adik Laki-lakinya itu sebenarnya adalah hantu.
- Si "Aku" membunuh 4 orang anggota keluarganya sendiri.
- Atau bisa jadi 4 orang keluarganya itu hanyalah halusinasi dari si "Aku", soalnya dia seorang psikopat
- Udah jelas kayaknya, si "Aku" ngebunuh & meng-otopsi teman sekamarnya sendiri (si Jacob)
- Si anak pengen kasih tau kabar buruk ke kedua orangtuanya tentang kondisinya.
- Orang tuanya nggak mau nerima orang cacat karena merasa bakal jadi beban.
- Sakit hati denger jawaban orangtuanya, mungkin si anak bunuh diri.
- Versi lainnya, yang nelpon dari awal itu sebenarnya adalah arwah anaknya.
- Posisi TV belum dinyalain pas anaknya nunjuk ke layar.
- Bayangan si "Aku" alias ibunya terpantul di layar TV, makanya anaknya nunjuk ke arah TV itu.
- Si "Aku" lah yang bakal mati 3 hari berikutnya, bukan si Presiden.
- Mereka datang bertiga (Aku, dan dua orang teman si Aku).
- Tapi di bagian akhir, ada tiga orang yang ngejawab pertanyaan si Aku.
- Berarti ada empat orang donk sehabis keluar dari ruangan bawah tanah itu?
- Orang ketiga yang ngejawab "Aku tidak melihat apapun" itu sebenarnya adalah hantu sang suami yang dicolok matanya oleh sang pembunuh.
- Makanya dia nggak bisa lihat apapun
- Di US & UK penyebutan lantai berbeda.
- Di US, lantai pertama disebut first floor, kedua = second floor, dst.
- Di UK, lantai pertama disebut Ground Floor, kedua = First Floor, dst.
- Jadi orang-orang yang teriak dari luar itu sebenarnya mau kasihtau kalau pembunuhan itu ada di Second Floor (lantai ketiga, karena mereka sedang di London).
- Lantai ketiga / Second floor itu tempat si Aku menginap.
- Polisi yang memblokade lift & tangga yang dilihat si "Aku" itu
sebenarnya adalah si pembunuh itu sendiri, dia blok tangga & lift
supaya nggak ada polisi yang bisa naik dan nangkap dia.
Part 3
Si "kucing" iseng amat matiin lampu kamarnya
Pacarnya masih bisa kasih surprise habis bikin video itu
Sebenarnya belum sembuh total, buktinya dia tidak ingat siapa empat orang yang dibunuh itu
Part 6
Berkat Jacob, nilai tes otopsinya bisa sempurna
:
Part 7
Sama dengan part 6
Part 8
Anaknya kehilangan tangan & kaki karena menginjak ranjau
Yang ditunjuk sama si anak sebenarnya bukan si Presiden, tapi pantulan orang yang lagi mau nyalain TV nya
Part 10
Hantunya ikutan ngejawab juga tuh
Part 11
Yang blok lift & tangganya bukan polisinya tuh
Cerita Makna Menyeramkan Part 2
By : Unknown
Hallo Om Dan Tante Blogger :D
Jumpa lagi dengan saya di blog yang sama , terima kasih sebelumnya karna sudah berkunjung ke blog saya , pada posting sebelumnya saya membagikan cerita teka teki yang punya makna menakutkan :D , langsung aja ke bagian ke 2 dari cerita tersebut :)
- Part 1
Seorang gadis bernama Lily bercerita kepada teman-temannya kalau dia
memiliki rahasia gelap yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun.
Orang tuanya telah dibunuh ketika ia berusia 15 tahun. Ia mengatakan
bahwa kakak laki-lakinya menggila dan dan menusuk Ayah dan Ibunya hingga
tewas.
Teman-temannya terkejut mendengar cerita menyedihkan dari Lily tersebut. “Aku turut prihatin mendengarnya” kata salah satu temannya. “Lalu apa yang terjadi pada kakakmu?”
“Dia langsung dibekuk polisi” kata Lily. “Setelah melalui persidangan, pada akhirnya kakakku dijatuhi hukuman atas pembunuhan dan akan segera di eksekusi mati. Kau tidak akan percaya betapa sulitnya itu. Aku menjalani hidup dengan penuh kesedihan. Aku tidak bisa makan dan tidur, dan segera ingin melupakan kenanganku yang kelam tersebut. Hingga pada akhirnya aku mengalami depresi berat yang benar-benar membuatku gila , bahkan amnesia yang memerlukan waktuku bertahun-tahun untuk pulih dan bisa menjalani hidup serti biasa lagi”
“Apakah kamu pernah menceritakan kisah ini pada orang lain sebelumnya?” Tanya temannya. “Tidak pernah” sahut Lily. “Aku mulai bertanya-tanya, tapi hal tersebut tidak pernah terjawab. Saat aku menemui kakakku sebelum eksekusi matinya, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia tidak pernah menjelaskan mengapa dia membunuh Ayah dan Ibu kita. Dia hanya memandangku dengan senyuman ketika eksekusi matinya dimulai.”
“Mungkin ada cara untukmu bisa mengetahui semua itu” kata salah satu temannya. “Terserah padamu untuk mengikutinya atau tidak, tapi aku kenal dengan seorang peramal . Dia bisa berkomunikasi dengan arwah, dan mungkin bisa membantumumencari jawaban tersebut.”
Beberapa hari kemudian, Lily memutuskan untuk menemui sang peramal yang disarankan oleh temannya itu, dan berkonsultasi mengenai masa lalunya. Sang peramal mematikan lampunya, menyalakan lilin dan duduk dikursinya sambil menundukkan kepalanya, dan mulai masuk ke alam bawah sadarnya.
“Sekarang tanyakan padaku apapun yang kau inginkan” bisik sang peramal. Lily lantas menanyakan “Apa yang membuat kakakku kehilangan akalnya?.” Dengan suara lirih sang peramal menjawab “Sebenarnya kakak laki-lakimu itu tidak pernah gila. Dia sepenuhnya sadar.”
“Lantas apa yang menyebabkan kakakku membunuh kedua orang tuaku?” Tanya Lily. “Kakakmu sebenarnya hanya bertanggung jawab atas kematian satu orang.” Jawab sang peramal. TIba-tiba Lily menyadari semua itu. Dia lalu meneteskan air mata dan mulai menangis tersedu-sedu.
Teman-temannya terkejut mendengar cerita menyedihkan dari Lily tersebut. “Aku turut prihatin mendengarnya” kata salah satu temannya. “Lalu apa yang terjadi pada kakakmu?”
“Dia langsung dibekuk polisi” kata Lily. “Setelah melalui persidangan, pada akhirnya kakakku dijatuhi hukuman atas pembunuhan dan akan segera di eksekusi mati. Kau tidak akan percaya betapa sulitnya itu. Aku menjalani hidup dengan penuh kesedihan. Aku tidak bisa makan dan tidur, dan segera ingin melupakan kenanganku yang kelam tersebut. Hingga pada akhirnya aku mengalami depresi berat yang benar-benar membuatku gila , bahkan amnesia yang memerlukan waktuku bertahun-tahun untuk pulih dan bisa menjalani hidup serti biasa lagi”
“Apakah kamu pernah menceritakan kisah ini pada orang lain sebelumnya?” Tanya temannya. “Tidak pernah” sahut Lily. “Aku mulai bertanya-tanya, tapi hal tersebut tidak pernah terjawab. Saat aku menemui kakakku sebelum eksekusi matinya, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia tidak pernah menjelaskan mengapa dia membunuh Ayah dan Ibu kita. Dia hanya memandangku dengan senyuman ketika eksekusi matinya dimulai.”
“Mungkin ada cara untukmu bisa mengetahui semua itu” kata salah satu temannya. “Terserah padamu untuk mengikutinya atau tidak, tapi aku kenal dengan seorang peramal . Dia bisa berkomunikasi dengan arwah, dan mungkin bisa membantumumencari jawaban tersebut.”
Beberapa hari kemudian, Lily memutuskan untuk menemui sang peramal yang disarankan oleh temannya itu, dan berkonsultasi mengenai masa lalunya. Sang peramal mematikan lampunya, menyalakan lilin dan duduk dikursinya sambil menundukkan kepalanya, dan mulai masuk ke alam bawah sadarnya.
“Sekarang tanyakan padaku apapun yang kau inginkan” bisik sang peramal. Lily lantas menanyakan “Apa yang membuat kakakku kehilangan akalnya?.” Dengan suara lirih sang peramal menjawab “Sebenarnya kakak laki-lakimu itu tidak pernah gila. Dia sepenuhnya sadar.”
“Lantas apa yang menyebabkan kakakku membunuh kedua orang tuaku?” Tanya Lily. “Kakakmu sebenarnya hanya bertanggung jawab atas kematian satu orang.” Jawab sang peramal. TIba-tiba Lily menyadari semua itu. Dia lalu meneteskan air mata dan mulai menangis tersedu-sedu.
- Part 2
Aku hidup di Osaka, Jepang dan sering menggunakan kereta bawah tanah
untuk pergi bekerja pada pagi hari. Pada suatu hari, ketika aku sedang
menunggu kereta, aku memperhatikan seorang pengemis berdiri pada sudut
stasiun, bergumam pada dirinya sendiri ketika orang-orang melintas di
depannya. Dia menggenggam sebuah mangkok sambil mengharap belas kasihan
orang lain.
Seorang wanita gendut melintas didepannya dan dengan jelas bisa kudengar pengemis itu mengatakan “Babi.”
Wow, aku berpikir pada diriku sendiri. Pengemis ini mengejek orang dan masih mengharap belas kasihan dari mereka?.
Kemudian seorang karyawan berbaju rapi melintas didepannya, dan pengemis itu mengatakan “Manusia.”
Manusia? Aku tidak bisa membantahnya, jelas-jelas dia adalah manusia.
Keesokan harinya, aku tiba di stasiun lebih awal, dan memutuskan untuk berdiri didekat pengemis itu, dan mendengarkan gumaman anehnya. Lalu seorang pria kurus berjalan didepannya dan pengemis itu berkata “Sapi”
Sapi? Pikirku. Orang ini terlalu kurus untuk disebut sapi. Dia lebih terlihat seperti ayam bagiku.
Beberapa menit kemudian, seorang pria gendut melintas dan pengemis mengatakan, “Kentang”
Kentang? Aku mengira dia akan memanggil orang-orang gendut “Babi”
Pada hari itu, saat bekerja, aku tidak dapat berhenti memikirkan tentang pengemis itu dan kata-katanya yang membingungkan. Mungkin dia memiliki kemampuan aneh, pikirku. Aku menyelidiki tentang pengemis itu berkali-kali, saya sering mendengar dia memanggil orang-orang dengan “Ikan” atau “Kambing” atau “Jagung” atau “Tomat”.
Suatu hari rasa ingin tauku sudah tidak tertahankan lagi, dan aku memutuskan untuk menanyakan langsung padanya. Aku mencoba untuk melintas didepannya, dia melihat ke arahku dan mengatakan “Roti.” Aku meberikan recehan pada mangkuknya dan menanyakannya apakah ia memiliki semacam kemampuan fisik.
Pengemis itu tersenyum dan mengatakan, “Ya, memang. Aku memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang terakhir orang makan ketika mereka melintas didepanku” Aku tertawa karena aku menyadari bahwa ia benar. Dia mengatakan “Roti”. Hal terakhir yang aku makan saat sarapan sebelum aku berangkat kerja hari ini. Setelah itu pergi dan berhenti untuk mengamatinya lagi.
Seorang wanita gendut melintas didepannya dan dengan jelas bisa kudengar pengemis itu mengatakan “Babi.”
Wow, aku berpikir pada diriku sendiri. Pengemis ini mengejek orang dan masih mengharap belas kasihan dari mereka?.
Kemudian seorang karyawan berbaju rapi melintas didepannya, dan pengemis itu mengatakan “Manusia.”
Manusia? Aku tidak bisa membantahnya, jelas-jelas dia adalah manusia.
Keesokan harinya, aku tiba di stasiun lebih awal, dan memutuskan untuk berdiri didekat pengemis itu, dan mendengarkan gumaman anehnya. Lalu seorang pria kurus berjalan didepannya dan pengemis itu berkata “Sapi”
Sapi? Pikirku. Orang ini terlalu kurus untuk disebut sapi. Dia lebih terlihat seperti ayam bagiku.
Beberapa menit kemudian, seorang pria gendut melintas dan pengemis mengatakan, “Kentang”
Kentang? Aku mengira dia akan memanggil orang-orang gendut “Babi”
Pada hari itu, saat bekerja, aku tidak dapat berhenti memikirkan tentang pengemis itu dan kata-katanya yang membingungkan. Mungkin dia memiliki kemampuan aneh, pikirku. Aku menyelidiki tentang pengemis itu berkali-kali, saya sering mendengar dia memanggil orang-orang dengan “Ikan” atau “Kambing” atau “Jagung” atau “Tomat”.
Suatu hari rasa ingin tauku sudah tidak tertahankan lagi, dan aku memutuskan untuk menanyakan langsung padanya. Aku mencoba untuk melintas didepannya, dia melihat ke arahku dan mengatakan “Roti.” Aku meberikan recehan pada mangkuknya dan menanyakannya apakah ia memiliki semacam kemampuan fisik.
Pengemis itu tersenyum dan mengatakan, “Ya, memang. Aku memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang terakhir orang makan ketika mereka melintas didepanku” Aku tertawa karena aku menyadari bahwa ia benar. Dia mengatakan “Roti”. Hal terakhir yang aku makan saat sarapan sebelum aku berangkat kerja hari ini. Setelah itu pergi dan berhenti untuk mengamatinya lagi.
- Part 3
Malam ini sedang hujan deras sekali. Ketika kami sampai pada suatu
tempat, aku menghentikan mobilku di depan sebuah terowongan. Temanku dan
aku pernah mendengar rumor dan legenda bahwa terowongan ini berhantu.
Mereka mengatakan ketika mengendarai mobil dan melintasi terowongan ini
pada malam hari, hal yang aneh akan terjadi. Kami kemari untuk mengetes
keberanian kami dan memastikan bahwa rumor tersebut benar. Terowongan
ini letakknya sangat terpencil dan tidak banyak kendaraan yang melintas.
Suasana angker dan menyeramkan langsung kami rasakan begitu memasuki
terowongan ini. Aku menjalankan mobil dengan pelan, berharap sesuatu
yang aneh benar-benar terjadi, tetapi ketika kita mencapai ujung
terowongan kami tidak melihat sesuatu apapun yang mengerikan. Aku dan
temanku kecewa. “Ayo kita melintas lagi,” kataku. Teman-temanku setuju
dan aku memutar mobilku saat diujung terowongan.
Sekali lagi, kita tidak mengalami hal yang aneh. Aku memutar mobilku di dalam terowongan beberapa kali setiap kali kami hendak mencapai ujung. Setelah empat atau lima putaran, salah satu temanku berkata, “Lebih baik kita pulang saja teman-teman.” Kupikir dia benar, lama-kelamaan kami menjadi bosan, dan suara hujan yang turun ke atap mobil kami semakin lama semakin mengganggu kami.
Akan tetapi ada sesuatu yang aneh dengan nada bicara temanku tersebut. Tepat sebelum kami keluar terowongan, kuhentikan mobilku dan melihat kebelakang. Aku menyadari bahwa salah satu temanku tersebut menggigil dan terlihat ketakutan. Teman-temanku yang lain menatapnya dan bertanya “Apa yang salah denganmu? Apakah kamu melihat sesuatu?” Lalu ia berkata “Apa kamu tidak mendengarnya?” “Mendengar apa?” kataku. Setelah terdiam cukup lama, ia mengatakan “Hujan, suara hujan….”
Sekali lagi, kita tidak mengalami hal yang aneh. Aku memutar mobilku di dalam terowongan beberapa kali setiap kali kami hendak mencapai ujung. Setelah empat atau lima putaran, salah satu temanku berkata, “Lebih baik kita pulang saja teman-teman.” Kupikir dia benar, lama-kelamaan kami menjadi bosan, dan suara hujan yang turun ke atap mobil kami semakin lama semakin mengganggu kami.
Akan tetapi ada sesuatu yang aneh dengan nada bicara temanku tersebut. Tepat sebelum kami keluar terowongan, kuhentikan mobilku dan melihat kebelakang. Aku menyadari bahwa salah satu temanku tersebut menggigil dan terlihat ketakutan. Teman-temanku yang lain menatapnya dan bertanya “Apa yang salah denganmu? Apakah kamu melihat sesuatu?” Lalu ia berkata “Apa kamu tidak mendengarnya?” “Mendengar apa?” kataku. Setelah terdiam cukup lama, ia mengatakan “Hujan, suara hujan….”
- Part 4
Pada suatu hari ketika aku berumur 6 tahun, adik perempuanku tidak
pernah berhenti menangis, dan itu sangat menggangguku. Jadi aku bunuh
adikku dan melempar mayatnya kedalam sumur tua yang sudah tidak ada
airnya. Keesokan harinya ketika aku menengok ke dalam sumur tersebut,
mayatnya menghilang.
Ketika aku berumur 12 tahun. Aku sedang berdebat dengan teman baikku mengenai masalah yang sepele. Dia membuatku marah, jadi kubunuh saja dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur tua itu. Keesokan harinya, ketika aku memeriksa sumur tersebut, mayatnya menghilang
Ketika aku berumur 17 tahun, pacarku hamil. Dan aku tidak ingin menjadi seorang ayah, jadi kubunah dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur. Keesokan harinya ketika aku melihat ke dalam sumur, mayatnya menghilang.
Ketika aku berumur 25 tahun, aku bekerja pada sebuah kantor dan boss ku sangat kasar terhadapku. Aku sudah tidak tahan lagi, jadi kubunuh dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur.. keesokan harinya, mayatnya menghilang.
Ketika aku berumur 34 tahun, Ibuku sakit dan berbaring di tempat tidur sepanjang waktu. Aku tidak mau mengurusnya, jadi kubunuh Ibuku dan melempar mayatnya ke dalam sumur. Keesokan harinya ketika aku melihat ke dalam sumur, mayatnya masih berada disana. Aku selalu memeriksa ke dalam sumur itu setiap hari tetapi mayat ibuku tidak pernah menghilang.
Ketika aku berumur 12 tahun. Aku sedang berdebat dengan teman baikku mengenai masalah yang sepele. Dia membuatku marah, jadi kubunuh saja dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur tua itu. Keesokan harinya, ketika aku memeriksa sumur tersebut, mayatnya menghilang
Ketika aku berumur 17 tahun, pacarku hamil. Dan aku tidak ingin menjadi seorang ayah, jadi kubunah dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur. Keesokan harinya ketika aku melihat ke dalam sumur, mayatnya menghilang.
Ketika aku berumur 25 tahun, aku bekerja pada sebuah kantor dan boss ku sangat kasar terhadapku. Aku sudah tidak tahan lagi, jadi kubunuh dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur.. keesokan harinya, mayatnya menghilang.
Ketika aku berumur 34 tahun, Ibuku sakit dan berbaring di tempat tidur sepanjang waktu. Aku tidak mau mengurusnya, jadi kubunuh Ibuku dan melempar mayatnya ke dalam sumur. Keesokan harinya ketika aku melihat ke dalam sumur, mayatnya masih berada disana. Aku selalu memeriksa ke dalam sumur itu setiap hari tetapi mayat ibuku tidak pernah menghilang.
- Part 5
Aku benar-benar merindukan kakak perempuanku. Aku berumur 8 tahun dan
kakakku 12 tahun. Aku hidup dalam keluarga yang sangat miskin, aku dan
kakakku selalu mengenakan baju yang sama setiap harinya dan teman-teman
sekolah kami selalu mengejek kami setiap waktu. Tahun lalu kakakku
melarikan diri dari rumah. Walaupun kami selalu berbagi tempat tidur,
dia tidak pernah mengatakan padaku bahwa ia akan melarikan diri. Jika
aku mengetahuinya, aku mungkin akan memintanya untuk membawaku pergi
bersamanya. Ketika ku bangun pada pagi harinya, ibuku mengatakan padaku
bahwa kakakku menghilang. Orang tuaku telah mencarinya dimanapun namun
tidak berhasil ditemukan.
Tidak lama setelah itu, Ibuku mengatakan padaku bahwa ia menang lotre. Ayahku mengatakan bahwa ia menemukan tiket itu di tempat pembuangan sampah. Ketika aku melihat semua uang yang ada di dalam koper, aku berpikir bahwa semua masalah kemiskinan yang kami hadapi akan berakhir. Ternyata aku salah, orang tuaku sesegera mungkin pergi ke pasar swalayan, Ayahku membeli mobil baru dan sebuah televise yang besar. Ibuku membeli pakaian baru dan banyak perhiasan. Akan tetapi mereka tidak membelikan aku apapun.
“Apa yang terjadi ketika semua uang habis?” tanyaku kepada mereka.
“Tidak perlu cemas,” sahut Ibuku. “Kami masih memilikimu.
Aku rasa mereka benar-benar masih menyayangiku bukan?
Tidak lama setelah itu, Ibuku mengatakan padaku bahwa ia menang lotre. Ayahku mengatakan bahwa ia menemukan tiket itu di tempat pembuangan sampah. Ketika aku melihat semua uang yang ada di dalam koper, aku berpikir bahwa semua masalah kemiskinan yang kami hadapi akan berakhir. Ternyata aku salah, orang tuaku sesegera mungkin pergi ke pasar swalayan, Ayahku membeli mobil baru dan sebuah televise yang besar. Ibuku membeli pakaian baru dan banyak perhiasan. Akan tetapi mereka tidak membelikan aku apapun.
“Apa yang terjadi ketika semua uang habis?” tanyaku kepada mereka.
“Tidak perlu cemas,” sahut Ibuku. “Kami masih memilikimu.
Aku rasa mereka benar-benar masih menyayangiku bukan?
- Part 6
Namaku Mugi, aku berumur 9 tahun dan saya tinggal di Tokyo, Jepang saat
mengalami kejadian ini. Malam itu adalah malam tahun baru, orang tuaku
pergi keluar kota dan saya sendirian di rumah. Hujan salju diluar sangat
lebat dan dingin, orang tuaku berkata padaku bahwa mereka tidak akan
pergi lama, jadi aku menunggu kepulangan mereka di ruang tamu sambil
menonton televisi. Ada sebuah jendela kaca yang besar di dekat televisi,
dan dari jendela tersebut, aku dapat melihat betapa lebatnya hujan
salju diluar.
Aku duduk di sofa dan tengah menonton acara tv kesukaanku, tiba-tiba aku melihat sesosok figur yang tinggi dan berbadan tegap dari luar jendela di dekat tv tersebut, dan berjalan mendekat menuju rumahku aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena hujan salju yang lebat. Semakin lama sosok tersebut semakin mendekat akhirnya saya dapat melihat sosok tersebut merupakan seorang pria dan ia memegang sesuatu di tangannya yang sepertinya pisau. Aku merasa sangat ketakutan, bahkan aku menutup seluruh tubuhku dengan selimut, dan kuberi ruang kecil untukku mengintip. Sosok pria tersebut kini berdiri tepat diluar jendela, dan sepertinya ia sedang menatap ke arahku. Seperti dugaanku, pria tersebut sedang membawa pisau besar, yang bisa saja membunuhku.
Dalam ketakutanku yang luar biasa itu, tiba-tiba pintu depan terbuka, dan ternyata itu adalah ayah dan ibuku yang telah pulang dari luar kota. Disaat aku melihat ke luar jendela, sosok pria tinggi dan mengerikan itu menghilang. Aku langsung berlari dan memeluk ibuku, kemudian Ibuku bertanya “Mengapa kau terlihat sangat ketakutan nak?” aku menjawab sambil menangis di pelukannya “Tepat diluar jendela dekat tv itu tadi, ada sesosok pria yang mengerikan dan sedang membawa pisau yang besar, sepertinya pria tersebut ingin membunuhku.”
Ibuku berkata “Mungkin itu hanya halusinasimu saja nak.” ”Benar, itu mungkin hanya halusinasimu saja, lagipula salju di luar sangat lebat, sangat jarang orang berjalan-jalan diluar pada saat seperti ini“ sahut ayahku. Beberapa saat kemudian, secara kebetulan, Ayahku melihat jejak kaki salju di belakang sofa. Pada malam itu juga, aku dan kedua orang tuaku memutuskan untuk menginap di rumah nenekku selama beberapa hari.
Aku duduk di sofa dan tengah menonton acara tv kesukaanku, tiba-tiba aku melihat sesosok figur yang tinggi dan berbadan tegap dari luar jendela di dekat tv tersebut, dan berjalan mendekat menuju rumahku aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena hujan salju yang lebat. Semakin lama sosok tersebut semakin mendekat akhirnya saya dapat melihat sosok tersebut merupakan seorang pria dan ia memegang sesuatu di tangannya yang sepertinya pisau. Aku merasa sangat ketakutan, bahkan aku menutup seluruh tubuhku dengan selimut, dan kuberi ruang kecil untukku mengintip. Sosok pria tersebut kini berdiri tepat diluar jendela, dan sepertinya ia sedang menatap ke arahku. Seperti dugaanku, pria tersebut sedang membawa pisau besar, yang bisa saja membunuhku.
Dalam ketakutanku yang luar biasa itu, tiba-tiba pintu depan terbuka, dan ternyata itu adalah ayah dan ibuku yang telah pulang dari luar kota. Disaat aku melihat ke luar jendela, sosok pria tinggi dan mengerikan itu menghilang. Aku langsung berlari dan memeluk ibuku, kemudian Ibuku bertanya “Mengapa kau terlihat sangat ketakutan nak?” aku menjawab sambil menangis di pelukannya “Tepat diluar jendela dekat tv itu tadi, ada sesosok pria yang mengerikan dan sedang membawa pisau yang besar, sepertinya pria tersebut ingin membunuhku.”
Ibuku berkata “Mungkin itu hanya halusinasimu saja nak.” ”Benar, itu mungkin hanya halusinasimu saja, lagipula salju di luar sangat lebat, sangat jarang orang berjalan-jalan diluar pada saat seperti ini“ sahut ayahku. Beberapa saat kemudian, secara kebetulan, Ayahku melihat jejak kaki salju di belakang sofa. Pada malam itu juga, aku dan kedua orang tuaku memutuskan untuk menginap di rumah nenekku selama beberapa hari.
- Part 7
Aku bekerja sebagai tukang kayu di puncak gunung. Gunung tersebut
memiliki lereng yang curam dan jarang dilewati oleh banyak orang, karena
jarang sekali ada pemukiman penduduk di lereng gunung. Namun, ada desa
kecil di kaki gunungnya dan disanalah tempat aku tinggal, setiap harinya
aku mengendarai mobilku untuk pulang dan pergi ke tempat kerja.
Pada suatu hari, saat perjalanan pulang sehabis lelah bekerja, tiba-tiba ada sebuah mobil berwarna hitam yang hampir menabrakku dari arah yang berlawanan. Untung saja aku sempat menghindar, aku pikir bodoh sekali pengendara mobil tersebut, apa dia sedang mabuk?. Bebera meter kemudian, aku terkejut, kudapati seorang wanita sedang berdiri tepat ditengah jalurku dan sesegera mungkin kuinjak rem mobilku.
Aku buka kaca jendela mobilku dan menyapanya “Hai! Apa yang sedang kau lakukan disana?” wanita tersebut lalu menengok ke arahku, dan menjawab “Bisakah kau menolongku?” ketika ia memandangku, aku dapat melihat kesedihan yang terpancar di wajahnya, lalu kujawab “Baiklah, apa yang bisa kubantu?”
Wanita tersebut berjalan menghampiriku dan mengatakan bahwa ia membutuhkan tumpangan. Lalu aku membukakan pintu mobil dan menanyakan kemana arah yang mau ditujunya. “Apa kau melihat mobil yang melintas kearah yang berlawanan denganmu?” tanya wanita tersebut. “Satu-satunya mobil yang kutemui dari arah yang berlawanan adalah mobil hitam yang hampir menabrakku tadi” Jawabku. “Ya, itu maksudku!” Kata wanita itu. “Apa yang kau inginkan dari mobil itu?.” tanyaku, kemudian wanita itu menjelaskan “Itu adalah mobilku, mobil itu sebenarnya berjalan tanpa awak, sebelumnya aku mengendarai mobil itu sendirian, lalu kusadari bahwa salah satu ban-nya bocor. Ketika aku keluar untuk memeriksa ban yang bocor tersebut, aku lupa untuk menarik rem tangan sehingga mobil tersebut meluncur di jalan miring yang lurus dan panjang ini dengan sendirinya, dan sepertinya mobilku telah berjalan cukup jauh”
Aku tertegun setelah mendengar kisahnya. Kemudian ku putar balik mobilku untuk mengejar mobil wanita ini. Sesaat kemudian, aku melihat mobil hitam milik wanita tersebut sedang terhenti di sebuah tikungan karena menabrak pohon. Aku lalu memeriksa mobil tersebut, sepertinya kondisinya masih baik-baik saja dan layak jalan. Wanita tersebut mengucapkan terima kasih kepadaku dan kembali mengendarai mobil itu.
Sungguh pengalaman yang aneh, aku hampir ditabrak oleh mobil tanpa pengemudi, apabila lengah sedikit saja, aku bisa mati konyol…
Pada suatu hari, saat perjalanan pulang sehabis lelah bekerja, tiba-tiba ada sebuah mobil berwarna hitam yang hampir menabrakku dari arah yang berlawanan. Untung saja aku sempat menghindar, aku pikir bodoh sekali pengendara mobil tersebut, apa dia sedang mabuk?. Bebera meter kemudian, aku terkejut, kudapati seorang wanita sedang berdiri tepat ditengah jalurku dan sesegera mungkin kuinjak rem mobilku.
Aku buka kaca jendela mobilku dan menyapanya “Hai! Apa yang sedang kau lakukan disana?” wanita tersebut lalu menengok ke arahku, dan menjawab “Bisakah kau menolongku?” ketika ia memandangku, aku dapat melihat kesedihan yang terpancar di wajahnya, lalu kujawab “Baiklah, apa yang bisa kubantu?”
Wanita tersebut berjalan menghampiriku dan mengatakan bahwa ia membutuhkan tumpangan. Lalu aku membukakan pintu mobil dan menanyakan kemana arah yang mau ditujunya. “Apa kau melihat mobil yang melintas kearah yang berlawanan denganmu?” tanya wanita tersebut. “Satu-satunya mobil yang kutemui dari arah yang berlawanan adalah mobil hitam yang hampir menabrakku tadi” Jawabku. “Ya, itu maksudku!” Kata wanita itu. “Apa yang kau inginkan dari mobil itu?.” tanyaku, kemudian wanita itu menjelaskan “Itu adalah mobilku, mobil itu sebenarnya berjalan tanpa awak, sebelumnya aku mengendarai mobil itu sendirian, lalu kusadari bahwa salah satu ban-nya bocor. Ketika aku keluar untuk memeriksa ban yang bocor tersebut, aku lupa untuk menarik rem tangan sehingga mobil tersebut meluncur di jalan miring yang lurus dan panjang ini dengan sendirinya, dan sepertinya mobilku telah berjalan cukup jauh”
Aku tertegun setelah mendengar kisahnya. Kemudian ku putar balik mobilku untuk mengejar mobil wanita ini. Sesaat kemudian, aku melihat mobil hitam milik wanita tersebut sedang terhenti di sebuah tikungan karena menabrak pohon. Aku lalu memeriksa mobil tersebut, sepertinya kondisinya masih baik-baik saja dan layak jalan. Wanita tersebut mengucapkan terima kasih kepadaku dan kembali mengendarai mobil itu.
Sungguh pengalaman yang aneh, aku hampir ditabrak oleh mobil tanpa pengemudi, apabila lengah sedikit saja, aku bisa mati konyol…
- Part 8
Namaku Bernard dan aku seorang pecinta binatang. Di rumah, aku memiliki
banyak binatang peliharaan seperti kucing Persia, anjing bulldog, anjing
Labrador yang menjadi kesukaanku, ikan koi, burung beo, dan kura-kura.
Pada suatu hari aku mendapat sebuah e-mail dari sebuah Yayasan Penangkaran Hewan. E-mail tersebut berisikan foto-foto dari hewan-hewan yang terluka dan cacat, yayasan tersebut mengklaim bahwa mereka meminta sumbangan demi menyelamatkan hewan-hewan terlantar yang tersebut.
Dengan penuh perasaan iba, kulihat satu persatu foto hewan-hewan tersebut, ada seekor rusa yang kehilangan salah satu kakinya dan penuh luka akibat diburu oleh binatang buas, ada seekor kucing yang kehilangan salah satu matanya sedangkan mulutnya seperti terkoyak, ada seekor domba yang terlihat memiliki banyak darah di telinganya, ada seekor anjing yang kehilangan dua kaki depannya, dan masih banyak lagi.
Aku pun akhirnya memutuskan untuk mengirimkan sebagian besar simpananku untuk aku sumbangkan ke yayasan tersebut. Keesokan harinya aku kembali memperoleh e-mail dari yayasan tersebut. E-mail tersebut berisikan beberapa foto dari hewan-hewan yang sebelumnya terluka atau cacat, kini ditampilkan secara bertahap sudah kembali pulih, dan menjadi sehat kembali, serta ada sebuah lampiran video. Ketika kubuka video tersebut, ber-setting di sebuah peternakan, aku dapat meilhat hewan-hewan yang terluka maupun cacat pada foto-foto sebelumnya, kini mereka sudah dapat berlari-lari kesana kemari, makan, dan beraktivitas seperti biasanya, seperti mereka tidak pernah mengalami luka maupun cacat tersebut.
Namun, seminggu setelah itu, aku melihat di berita bahwa Yayasan Penangkaran Hewan tersebut ditutup secara paksa oleh pemerintah, dan pemiliknya dikenai hukuman penjara. Aku berpikir, apa yang salah dengan perbuatan baik yang dilakukan pemilik yayasan tersebut? Ia meminta sumbangan dari sesama pecinta binatang untuk menyelamatkan banyak hewan terlantar yang terluka maupun cacat.
Pada suatu hari aku mendapat sebuah e-mail dari sebuah Yayasan Penangkaran Hewan. E-mail tersebut berisikan foto-foto dari hewan-hewan yang terluka dan cacat, yayasan tersebut mengklaim bahwa mereka meminta sumbangan demi menyelamatkan hewan-hewan terlantar yang tersebut.
Dengan penuh perasaan iba, kulihat satu persatu foto hewan-hewan tersebut, ada seekor rusa yang kehilangan salah satu kakinya dan penuh luka akibat diburu oleh binatang buas, ada seekor kucing yang kehilangan salah satu matanya sedangkan mulutnya seperti terkoyak, ada seekor domba yang terlihat memiliki banyak darah di telinganya, ada seekor anjing yang kehilangan dua kaki depannya, dan masih banyak lagi.
Aku pun akhirnya memutuskan untuk mengirimkan sebagian besar simpananku untuk aku sumbangkan ke yayasan tersebut. Keesokan harinya aku kembali memperoleh e-mail dari yayasan tersebut. E-mail tersebut berisikan beberapa foto dari hewan-hewan yang sebelumnya terluka atau cacat, kini ditampilkan secara bertahap sudah kembali pulih, dan menjadi sehat kembali, serta ada sebuah lampiran video. Ketika kubuka video tersebut, ber-setting di sebuah peternakan, aku dapat meilhat hewan-hewan yang terluka maupun cacat pada foto-foto sebelumnya, kini mereka sudah dapat berlari-lari kesana kemari, makan, dan beraktivitas seperti biasanya, seperti mereka tidak pernah mengalami luka maupun cacat tersebut.
Namun, seminggu setelah itu, aku melihat di berita bahwa Yayasan Penangkaran Hewan tersebut ditutup secara paksa oleh pemerintah, dan pemiliknya dikenai hukuman penjara. Aku berpikir, apa yang salah dengan perbuatan baik yang dilakukan pemilik yayasan tersebut? Ia meminta sumbangan dari sesama pecinta binatang untuk menyelamatkan banyak hewan terlantar yang terluka maupun cacat.
oke prof , gitu aja dulu , selanjutnya , gue post jawaban :)
Cerita Makna Menyeramkan (Bagian 1)
By : Unknown
Selamat Siang Para Blogger yang tampan dan cantik :D
Ketemu lagi dengan saya sang blogger sekarat dari sulawesi , kali ini saya mau bagikan tentang cerita dengan makna menyeramkan bila di pahami , ini juga bisa di buat asah otak :D , nanti jawabannya ane tulis di posting selanjutnya , oke?
Ketemu lagi dengan saya sang blogger sekarat dari sulawesi , kali ini saya mau bagikan tentang cerita dengan makna menyeramkan bila di pahami , ini juga bisa di buat asah otak :D , nanti jawabannya ane tulis di posting selanjutnya , oke?
Jadi kalian selediki aja dulu ceritanya layaknya detective conan :D , yang pada gemar baca silahkan aja di simak, check this
- Part 1
Beberapa hari yang lalu, aku diajak temanku untuk makan malam
dirumahnya. Hal yang menurutku aneh adalah, baru-baru ini ia terlibat
pada sebuah ajaran agama yang aneh. Sesampainya aku disana, dia
menyuguhiku dengan berbagai macam daging, tetapi ia tidak memberitahuku
daging apa itu. Itu sedikit membuatku ragu. Saya mengira bahwa itu
adalah daging manusia, tetapi setelah aku memakannya, aku langsung
menyadari bahwa itu bukanlah daging manusia.
- Part 2
Pada suatu malam isteriku diserang oleh seoarang perampok ketika aku
sedang dalam perjalanan pulang sehabis lelah bekerja. Isteriku menusuk
perampok tersebut dengan pisau yang sedang dibawanya dan membunuhnya.
Setelah menyelidiki kasus penusukan tersebut, Polisi menyatakan bahwa
itu adalah perlindungan diri yang dilakukan oleh wanita tersebut. Ketika
aku akan menjemputnya dari kantor polisi, dia mengatakan, “Ketika aku
mendengar bel pintu kupikir itu adalah kamu, tetapi ternyata adalah
perampok bertopeng yang langsung masuk segera setelah aku membuka
pintu!” sambil memeluknya dengan erat, aku mengatakan “Kau pasti sangat
ketakutan, paling tidak sekarang kau aman.”
- Part 3
Aku sangat ketakutan semalam, setelah aku membaca cerita yang sangat
menakutkan pada suatu website. Yang lebih parah lagi aku sendirian di
rumah karena orang tuaku pergi ke luar kota. Jadi, Aku menyalakan lampu
di kamarku dan pada seluruh koridor yang menuntunku menuju kamar mandi,
itu membuatku merasa lebih baik. Satu-satunya hal yang menakutkanku
adalah ketika aku selesai mandi dan kembali. Aku menyalakan lampu
kamarku, dan pada saat bersamaan seekor kucing melompat ke atap rumahku
dan membuat suara gaduh di dekat jendela kamarku. Hal itu membuatku
terkaget-kaget.
- Part 4
Beberapa hari yang lalu pacarku mengirimkanku e-mail dengan sebuah video
sebagai lampirannya. Ketika ku tonton video tersebut, aku dibuat takut.
Video tersebut menayangkan bagaimana pacarku melakukan bunuh diri,
diawali dengan dia mengikatkan tali di sekitar lehernya dan melompat
dari kursi. Mengapa pacarku mengirim sesuatu yang aneh seperti itu??
Upacara pemakamannya diselenggarakan besok, tetapi karena alasan
tertentu aku tidak mau hadir, tapi aku sangat menyesali kepergiannya.
- Part 5
Aku telah bebas dari penjara minggu lalu. Sebelumnya, aku telah membunuh
empat orang, dan aku juga telah menyesali peerbuatanku. Alasan mereka
membebaskanku adalah karena mereka mengatakan bahwa aku telah sembuh.
Ayah dan Ibuku tidak bekerja, mereka menghabiskan waktunya duduk di
ruang keluarga di rumah. Kakak perempuanku berdiam diri di kamarnya
sambil mendengarkan radio. Dia sudah berhenti kuliah. Sebelum aku masuk
penjara, aku selalu bermain bersama adik laki-lakiku setiap waktu.
Sekarang ia hanya tidur di depan televise. Tak seorangpun dalam
keluargaku bicara kepadaku lagi. Aku merasa kesepian. Aku harus membuat
makanan sendiri dan mulai mencari pekerjaan.
- Part 6
Belajar untuk menjadi seorang dokter benar-benar memerlukan kerja keras,
tetapi aku mendapatkan nilai sempurna pada tes otopsi pada hari Jum’at
lalu. Tetapi semua itu berkat bantuan dari teman sekamar saya. Aku
berharap dapat berterimakasih kepadanya, tetapi dia sudah tidak bersama
kami lagi. RIP Jacob
- Part 7
Belajar untuk menjadi seorang dokter benar-benar memerlukan kerja keras,
tetapi aku mendapatkan nilai sempurna pada tes otopsi pada hari Jum’at
lalu. Tetapi semua itu berkat bantuan dari teman sekamar saya. Aku
berharap dapat berterimakasih kepadanya, tetapi dia sudah tidak bersama
kami lagi. RIP Jacob.
- Part 8
Pada akhir perang di Irak, seorang tentara Amerika menelpon kedua orang
tuanya di kampung halamannya. “Hai Ayah dan Ibu” kata tentara tersebut.
“Mereka akan mengirimku pulang dalam beberapa hari. Ketika aku pulang,
maukan kalian mengurusku hanya untuk beberapa saat saja?”
Orang tuanya merasa sangat senang mendengar berita bahwa anaknya akan pulang ke rumah. “Tentu saja!” balas ayahnya. “Kau bisa tinggal bersama kami selama yang kamu mau”. Lalu anaknya berkata “Salah satu temanku tidak memiliki tempat tinggal untuk dituju, dan apakah Ayah dan Ibu keberatan jika ia ikut tinggal bersama kita sebentar saja?”. “Tidak apa, temanmu selalu kami sambut dengan baik untuk tinggal di rumah” kata Ibunya. “Tetapi ada yang harus kalian ketahui” kata anaknya. “Temanku itu habis menginjak lading ranjau saat kami berperang. Dia kehilangan kedua tangan dan kakinya.”
Setelah berdiam cukup lama Ibunya mengatakan “Baiklah, tidak apa-apa jika hanya beberapa hari, tetapi sangat merepotkan untuk mengurus orang cacat. Itu akan menjadi beban bagi kami. Mungkin akan lebih baik jika kau dapat menemukan rumah sakit untuk sekumpulan veteran perang.” Mendengar hal tersebut, tanpa basa-basi si anak langsung menutup telponnya.
Keesokan harinya, orang tuanya mendapat telepon dari komandan pasukan anaknya. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa anaknya bunuh diri. Mendengar kabar tersebut, orang tuanya kecewa. Beberapa hari kemudian, mayat anaknya dipulangkan ke Amerika menuju rumah orang tuanya. Ketika orang tua anak tersebut membuka peti matinya, mereka langsung menjadi sangat sedih dan menangis tersedu-sedu.
Orang tuanya merasa sangat senang mendengar berita bahwa anaknya akan pulang ke rumah. “Tentu saja!” balas ayahnya. “Kau bisa tinggal bersama kami selama yang kamu mau”. Lalu anaknya berkata “Salah satu temanku tidak memiliki tempat tinggal untuk dituju, dan apakah Ayah dan Ibu keberatan jika ia ikut tinggal bersama kita sebentar saja?”. “Tidak apa, temanmu selalu kami sambut dengan baik untuk tinggal di rumah” kata Ibunya. “Tetapi ada yang harus kalian ketahui” kata anaknya. “Temanku itu habis menginjak lading ranjau saat kami berperang. Dia kehilangan kedua tangan dan kakinya.”
Setelah berdiam cukup lama Ibunya mengatakan “Baiklah, tidak apa-apa jika hanya beberapa hari, tetapi sangat merepotkan untuk mengurus orang cacat. Itu akan menjadi beban bagi kami. Mungkin akan lebih baik jika kau dapat menemukan rumah sakit untuk sekumpulan veteran perang.” Mendengar hal tersebut, tanpa basa-basi si anak langsung menutup telponnya.
Keesokan harinya, orang tuanya mendapat telepon dari komandan pasukan anaknya. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa anaknya bunuh diri. Mendengar kabar tersebut, orang tuanya kecewa. Beberapa hari kemudian, mayat anaknya dipulangkan ke Amerika menuju rumah orang tuanya. Ketika orang tua anak tersebut membuka peti matinya, mereka langsung menjadi sangat sedih dan menangis tersedu-sedu.
- Part 9
Akhir-akhir ini aku mendapati bahwa anakku memiliki kemampuan aneh. Ia
memiliki kebiasaan mengacungkan jarinya pada wajah seseorang
sewaktu-waktu. Suamiku dan aku menyadari bahwa, jika anakku mengacungkan
jarinya pada wajah seseorang seperti itu, berarti orang tersebut akan
meninggal tiga hari kemudian. Tahun lalu ia mengacungkan jarinya pada
kakeknya, dan pada tiga hari kemudian kakeknya meninggal karena serangan
jantung. Beberapa bulan yang lalu, dia mengacungkan jarinya pada aktris
terkenal yang ada di majalah. Tiga hari kemudian aktris tersebut
meninggal dalam kecelakaan mobil. Hari ini, ketika aku akan menyalakan
televisi, anakku mengacungkan jarinya tepat kearah layar. Ketika
kunyalakan televisinya, terlihat di layar bahwa Presiden sedang
menyampaikan pidatonya. Aku tidak percaya bahwa Presiden akan meninggal
pada tiga hari kedepan, tetapi prediksi anakku memang tidak pernah
meleset.
- Part 10
Pada suatu malam aku diajak oleh kedua temanku untuk berburu hantu di
sebuah rumah tua dimana dulunya pernah terjadi pembunuhan. “Aku dengar
si pembunuh menjagal orang-orang ini” kata salah satu temanku. “Pasti
arwah mereka benar-benar marah”
“Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal” sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas.”. “Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja? Kalian tau betapa takutnya aku terhadap hantu.”
Pintu depan pun kami buka, kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, aku bertanya kepada temanku.
“Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak”
“Aku juga tidak”
“Akku tidak melihat apapun”
Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, aku merasa lega.
“Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal” sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas.”. “Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja? Kalian tau betapa takutnya aku terhadap hantu.”
Pintu depan pun kami buka, kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, aku bertanya kepada temanku.
“Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak”
“Aku juga tidak”
“Akku tidak melihat apapun”
Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, aku merasa lega.
- Part 11
Aku
dan isteriku menghabiskan liburan panjang kami untuk berlibur ke
Inggris. Suatu perjalanan panjang yang harus kami tempuh dari New York
untuk menuju ke London. Kami menginap di suatu hotel di pinggiran kota
untuk melepas lelah usai perjalanan. Pada malam harinya di saat kami
tidur,kami terbangun oleh suara bising dari luar. Aku melihat ke luar
jendela dan mendapati bahwa banyak polisi diluar sana. Mereka berteriak
kepadaku bahwa telah terjadi sebuah perampokan dan pembunuhan pada
lantai dua. Aku menginap di lantai tiga, dan melihat polisi telah
memblokade lift dan tangga. Si pembunuh terjebak dan tidak akan bisa
turun ataupun naik ke lantai atas, jadi kami tidak berada dalam bahaya.
Aku dan istriku akan kembali tidur. Aku berharap polisi dapat menangkap
pembunuh tersebut.
Begitu aja dulu untuk bagian 1 , soalnya cerita terlalu panjang :D , oke , langsung aja ane pamit dulu , mau nulis bagian ke 2 :D
See You