- Back to Home »
- Cerita Makna Menyeramkan (Bagian 1)
Posted by : Unknown
Sunday, 19 October 2014
Selamat Siang Para Blogger yang tampan dan cantik :D
Ketemu lagi dengan saya sang blogger sekarat dari sulawesi , kali ini saya mau bagikan tentang cerita dengan makna menyeramkan bila di pahami , ini juga bisa di buat asah otak :D , nanti jawabannya ane tulis di posting selanjutnya , oke?
Ketemu lagi dengan saya sang blogger sekarat dari sulawesi , kali ini saya mau bagikan tentang cerita dengan makna menyeramkan bila di pahami , ini juga bisa di buat asah otak :D , nanti jawabannya ane tulis di posting selanjutnya , oke?
Jadi kalian selediki aja dulu ceritanya layaknya detective conan :D , yang pada gemar baca silahkan aja di simak, check this
- Part 1
Beberapa hari yang lalu, aku diajak temanku untuk makan malam
dirumahnya. Hal yang menurutku aneh adalah, baru-baru ini ia terlibat
pada sebuah ajaran agama yang aneh. Sesampainya aku disana, dia
menyuguhiku dengan berbagai macam daging, tetapi ia tidak memberitahuku
daging apa itu. Itu sedikit membuatku ragu. Saya mengira bahwa itu
adalah daging manusia, tetapi setelah aku memakannya, aku langsung
menyadari bahwa itu bukanlah daging manusia.
- Part 2
Pada suatu malam isteriku diserang oleh seoarang perampok ketika aku
sedang dalam perjalanan pulang sehabis lelah bekerja. Isteriku menusuk
perampok tersebut dengan pisau yang sedang dibawanya dan membunuhnya.
Setelah menyelidiki kasus penusukan tersebut, Polisi menyatakan bahwa
itu adalah perlindungan diri yang dilakukan oleh wanita tersebut. Ketika
aku akan menjemputnya dari kantor polisi, dia mengatakan, “Ketika aku
mendengar bel pintu kupikir itu adalah kamu, tetapi ternyata adalah
perampok bertopeng yang langsung masuk segera setelah aku membuka
pintu!” sambil memeluknya dengan erat, aku mengatakan “Kau pasti sangat
ketakutan, paling tidak sekarang kau aman.”
- Part 3
Aku sangat ketakutan semalam, setelah aku membaca cerita yang sangat
menakutkan pada suatu website. Yang lebih parah lagi aku sendirian di
rumah karena orang tuaku pergi ke luar kota. Jadi, Aku menyalakan lampu
di kamarku dan pada seluruh koridor yang menuntunku menuju kamar mandi,
itu membuatku merasa lebih baik. Satu-satunya hal yang menakutkanku
adalah ketika aku selesai mandi dan kembali. Aku menyalakan lampu
kamarku, dan pada saat bersamaan seekor kucing melompat ke atap rumahku
dan membuat suara gaduh di dekat jendela kamarku. Hal itu membuatku
terkaget-kaget.
- Part 4
Beberapa hari yang lalu pacarku mengirimkanku e-mail dengan sebuah video
sebagai lampirannya. Ketika ku tonton video tersebut, aku dibuat takut.
Video tersebut menayangkan bagaimana pacarku melakukan bunuh diri,
diawali dengan dia mengikatkan tali di sekitar lehernya dan melompat
dari kursi. Mengapa pacarku mengirim sesuatu yang aneh seperti itu??
Upacara pemakamannya diselenggarakan besok, tetapi karena alasan
tertentu aku tidak mau hadir, tapi aku sangat menyesali kepergiannya.
- Part 5
Aku telah bebas dari penjara minggu lalu. Sebelumnya, aku telah membunuh
empat orang, dan aku juga telah menyesali peerbuatanku. Alasan mereka
membebaskanku adalah karena mereka mengatakan bahwa aku telah sembuh.
Ayah dan Ibuku tidak bekerja, mereka menghabiskan waktunya duduk di
ruang keluarga di rumah. Kakak perempuanku berdiam diri di kamarnya
sambil mendengarkan radio. Dia sudah berhenti kuliah. Sebelum aku masuk
penjara, aku selalu bermain bersama adik laki-lakiku setiap waktu.
Sekarang ia hanya tidur di depan televise. Tak seorangpun dalam
keluargaku bicara kepadaku lagi. Aku merasa kesepian. Aku harus membuat
makanan sendiri dan mulai mencari pekerjaan.
- Part 6
Belajar untuk menjadi seorang dokter benar-benar memerlukan kerja keras,
tetapi aku mendapatkan nilai sempurna pada tes otopsi pada hari Jum’at
lalu. Tetapi semua itu berkat bantuan dari teman sekamar saya. Aku
berharap dapat berterimakasih kepadanya, tetapi dia sudah tidak bersama
kami lagi. RIP Jacob
- Part 7
Belajar untuk menjadi seorang dokter benar-benar memerlukan kerja keras,
tetapi aku mendapatkan nilai sempurna pada tes otopsi pada hari Jum’at
lalu. Tetapi semua itu berkat bantuan dari teman sekamar saya. Aku
berharap dapat berterimakasih kepadanya, tetapi dia sudah tidak bersama
kami lagi. RIP Jacob.
- Part 8
Pada akhir perang di Irak, seorang tentara Amerika menelpon kedua orang
tuanya di kampung halamannya. “Hai Ayah dan Ibu” kata tentara tersebut.
“Mereka akan mengirimku pulang dalam beberapa hari. Ketika aku pulang,
maukan kalian mengurusku hanya untuk beberapa saat saja?”
Orang tuanya merasa sangat senang mendengar berita bahwa anaknya akan pulang ke rumah. “Tentu saja!” balas ayahnya. “Kau bisa tinggal bersama kami selama yang kamu mau”. Lalu anaknya berkata “Salah satu temanku tidak memiliki tempat tinggal untuk dituju, dan apakah Ayah dan Ibu keberatan jika ia ikut tinggal bersama kita sebentar saja?”. “Tidak apa, temanmu selalu kami sambut dengan baik untuk tinggal di rumah” kata Ibunya. “Tetapi ada yang harus kalian ketahui” kata anaknya. “Temanku itu habis menginjak lading ranjau saat kami berperang. Dia kehilangan kedua tangan dan kakinya.”
Setelah berdiam cukup lama Ibunya mengatakan “Baiklah, tidak apa-apa jika hanya beberapa hari, tetapi sangat merepotkan untuk mengurus orang cacat. Itu akan menjadi beban bagi kami. Mungkin akan lebih baik jika kau dapat menemukan rumah sakit untuk sekumpulan veteran perang.” Mendengar hal tersebut, tanpa basa-basi si anak langsung menutup telponnya.
Keesokan harinya, orang tuanya mendapat telepon dari komandan pasukan anaknya. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa anaknya bunuh diri. Mendengar kabar tersebut, orang tuanya kecewa. Beberapa hari kemudian, mayat anaknya dipulangkan ke Amerika menuju rumah orang tuanya. Ketika orang tua anak tersebut membuka peti matinya, mereka langsung menjadi sangat sedih dan menangis tersedu-sedu.
Orang tuanya merasa sangat senang mendengar berita bahwa anaknya akan pulang ke rumah. “Tentu saja!” balas ayahnya. “Kau bisa tinggal bersama kami selama yang kamu mau”. Lalu anaknya berkata “Salah satu temanku tidak memiliki tempat tinggal untuk dituju, dan apakah Ayah dan Ibu keberatan jika ia ikut tinggal bersama kita sebentar saja?”. “Tidak apa, temanmu selalu kami sambut dengan baik untuk tinggal di rumah” kata Ibunya. “Tetapi ada yang harus kalian ketahui” kata anaknya. “Temanku itu habis menginjak lading ranjau saat kami berperang. Dia kehilangan kedua tangan dan kakinya.”
Setelah berdiam cukup lama Ibunya mengatakan “Baiklah, tidak apa-apa jika hanya beberapa hari, tetapi sangat merepotkan untuk mengurus orang cacat. Itu akan menjadi beban bagi kami. Mungkin akan lebih baik jika kau dapat menemukan rumah sakit untuk sekumpulan veteran perang.” Mendengar hal tersebut, tanpa basa-basi si anak langsung menutup telponnya.
Keesokan harinya, orang tuanya mendapat telepon dari komandan pasukan anaknya. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa anaknya bunuh diri. Mendengar kabar tersebut, orang tuanya kecewa. Beberapa hari kemudian, mayat anaknya dipulangkan ke Amerika menuju rumah orang tuanya. Ketika orang tua anak tersebut membuka peti matinya, mereka langsung menjadi sangat sedih dan menangis tersedu-sedu.
- Part 9
Akhir-akhir ini aku mendapati bahwa anakku memiliki kemampuan aneh. Ia
memiliki kebiasaan mengacungkan jarinya pada wajah seseorang
sewaktu-waktu. Suamiku dan aku menyadari bahwa, jika anakku mengacungkan
jarinya pada wajah seseorang seperti itu, berarti orang tersebut akan
meninggal tiga hari kemudian. Tahun lalu ia mengacungkan jarinya pada
kakeknya, dan pada tiga hari kemudian kakeknya meninggal karena serangan
jantung. Beberapa bulan yang lalu, dia mengacungkan jarinya pada aktris
terkenal yang ada di majalah. Tiga hari kemudian aktris tersebut
meninggal dalam kecelakaan mobil. Hari ini, ketika aku akan menyalakan
televisi, anakku mengacungkan jarinya tepat kearah layar. Ketika
kunyalakan televisinya, terlihat di layar bahwa Presiden sedang
menyampaikan pidatonya. Aku tidak percaya bahwa Presiden akan meninggal
pada tiga hari kedepan, tetapi prediksi anakku memang tidak pernah
meleset.
- Part 10
Pada suatu malam aku diajak oleh kedua temanku untuk berburu hantu di
sebuah rumah tua dimana dulunya pernah terjadi pembunuhan. “Aku dengar
si pembunuh menjagal orang-orang ini” kata salah satu temanku. “Pasti
arwah mereka benar-benar marah”
“Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal” sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas.”. “Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja? Kalian tau betapa takutnya aku terhadap hantu.”
Pintu depan pun kami buka, kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, aku bertanya kepada temanku.
“Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak”
“Aku juga tidak”
“Akku tidak melihat apapun”
Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, aku merasa lega.
“Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal” sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas.”. “Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja? Kalian tau betapa takutnya aku terhadap hantu.”
Pintu depan pun kami buka, kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, aku bertanya kepada temanku.
“Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak”
“Aku juga tidak”
“Akku tidak melihat apapun”
Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, aku merasa lega.
- Part 11
Aku
dan isteriku menghabiskan liburan panjang kami untuk berlibur ke
Inggris. Suatu perjalanan panjang yang harus kami tempuh dari New York
untuk menuju ke London. Kami menginap di suatu hotel di pinggiran kota
untuk melepas lelah usai perjalanan. Pada malam harinya di saat kami
tidur,kami terbangun oleh suara bising dari luar. Aku melihat ke luar
jendela dan mendapati bahwa banyak polisi diluar sana. Mereka berteriak
kepadaku bahwa telah terjadi sebuah perampokan dan pembunuhan pada
lantai dua. Aku menginap di lantai tiga, dan melihat polisi telah
memblokade lift dan tangga. Si pembunuh terjebak dan tidak akan bisa
turun ataupun naik ke lantai atas, jadi kami tidak berada dalam bahaya.
Aku dan istriku akan kembali tidur. Aku berharap polisi dapat menangkap
pembunuh tersebut.
Begitu aja dulu untuk bagian 1 , soalnya cerita terlalu panjang :D , oke , langsung aja ane pamit dulu , mau nulis bagian ke 2 :D
See You